Komponen Penyusun Ekosistem-Materi Biologi Kelas X IPA SMA-MA


Ekosistem tersusun  atas dua komponen utama yaitu komponen abiotik dan komponen biotik. 

1.      Komponen Abiotik 

Komponen abiotik merupakan komponen fisik dan kimia yang mempengaruhi kehidupan organisme dalam suatu ekosistem. Komponen abiotik meliputi :

a.      Air



Air terdiri molekul H2O. Air dapat berwujud cair, gas, maupun padat. Dalam kehidupan air sangat diperlukan oleh makhluk hidup karena sebagian besar tubuhnya mengandung air. Air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan dan penyebaran biji. Bagi hewan dan manusia, air diperlukan untuk minum dan sarana hidup lain seperti transportasi bagi manusia serta merupakan tempat hidup bagi ikan. Meskipun demikian, kebutuhan organisme akan air tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya. Begitu pula dengan ketersediaan air dalam suatu daerah tidak sama antara daerah satu dengan daerah yang lain. Hal ini akan mempengaruhi cara hidup organisme yang ada didaerah-daerah tersebut. Misalnya hewan yang hidup didaerah gurun akan memiliki kapasitas penggunaan air yang relatif sedikit sebagai penyesuaian terhadap lingkungan hidupnya yang kekurangan air. Berbagai jenis tumbuhan yang ada juga beradaptasi dengan keadaan tersebut, misalnya daunnya mengalami modifikasi menjadi duri-duri kecil sehingga dapat mengurangi penguapan, contohnya tumbuhan kaktus. Sementara itu, bagi komponen abiotik yang lain misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk.

b.      Udara
Udara terdiri dari berbagai gas antara lain nitrogen (78.09%), oksigen (20.93%) dan karbondioksida (0.03%). Nitrogen diperlukan makhluk hidup untuk membentuk protein. Oksigen digunakan makhluk hidup untuk bernapas. Karbondioksida digunakan tumbuhan untuk melangsungkan proses fotosintesis.

c.       Cahaya matahari.


Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi makhluk hidup. Cahaya sangat diperlukan bagi semua tumbuhan hijau dan bakteri fotosintetik untuk melangsungkan proses fotosintesis. Dari proses fotosintesis ini akan dihasilkan karbohidrat yang merupakan sumber energi bagi tumbuhan itu sendiri, hewan, maupun  manusia.selain itu dari proses fotosintesis akan dihasilkan oksegen yang sangat diperlukan untuk pernapasan nakhluk hidup. Penyebaran cahaya matahari dibumi tidak merata sehingga organisme harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang intensitas cahayanya berbeda.

d.      Kelembaban




Kelembaban udara berarti kandungan uap air diudara. Kelembaban udara dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari yang diterima  dan kadar uap air diudara. Kelembaban udara mempengaruhi kecepatan penguapan air dari permukaan tubuh organisme. Dengan demikian kelembaban udara sangat menentukan kemampuan organisme dalam bertahan dari kekeringan. Tingkat kelembaban yang diperlukan oleh setiap makhluk hidup berbeda-beda, misalnya jamur dan cacing memerlukan tempat yang sangat lembab.

e.       Suhu



Tinggi rendahnya suhu udara sangat ditentukan oleh intensitas cahaya matahri yang diterima.  Setiap makhluk hidup memiliki batas minimal, optimal dan maksimal terhadap suhu tertentu. Suhu mempengaruhi proses biokimia dalam organisme. Hal ini karena reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk hidup memerlukan enzim, dan enzim dapat bekerja secara optimal dalam kisaran suhu tertentu. Suhu juga dapat mempengaruhi perkembangbiakan organisme tertentu, misalnya beberapa jenis burung bermigrasi ketempat yang memiliki suhu yang sesuai untuk berkembang biak.

f.       Angin




Angin berperan penting terutama  bagi tumbuhan yaitu membantu penyerbukan serta penyebaran biji dan spora.

g.      Tanah

 Tanah berfungsi sebagai tempat hidup berbagai jenis makhluk hidup. Jenis tanah yang berbeda memiliki sifat, tekstur dan kandungan garam mineral yang berbeda pula. Akibatnya, organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah banyak mengandung unsur hara yang berbeda sangat diperlukan oleh organisme untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagai contoh, tumbuhan akan tumbuh dengan baik pada tanah yang subur.

h.      Topografi

Topografi adalah letak suatu tempat dipandang dari ketinggian di atas permukaan air laut (altitude) atau dipandang dari garis bujur dan garis lintang (latitude). Topografi yang berbeda mengakibatkan perbedaan penerimaan intensitas cahaya, kelembaban, tekanan udara, dan suhu udara. Oleh karena itu topografi mempunyai pengaruh yang besar terhadap distribusi makhluk hidup terutama tumbuhan.

i.        Iklim



Iklim merupakan keadaan rata-rata cuaca disuatu tempat yang luas dalam waktu yang lama yang terbentuk oleh interaksi berbagai komponen abiotik seperti kelembaban udara, suhu, curah hujan, dan cahaya matahari. Iklim mempunyai hubungan yang erat dengan komunitas tumbuhan dan kesuburan tanah.

j.        pH



  Biasanya makhluk hidup memerlukan lingkungan yang memiliki pH netral. 

2.      Komponen biotik

Komponen biotik meliputi semua jenis makhluk hidup. Semua komponen biotik berinteraksi dengan komponen biotik lainnya untuk memenuhi keperluan hidupnya terutama berkaitan erat dengan makanan dan tempat tinggal. Menurut peranannya komponen biotik meliputi :

a.      Produsen
Semua produsen dapat mensintesis makanan sendiri sehingga disebut organisme autotrof. Produsen mensintesis makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Produsen merupakan sumber energi utama bagi organisme lain.  Jadi kelangsungan hidup organisme lain sangat tergantung pada produsen. Organisme yang tergolong produsen yaitu semua organisme yang memiliki klorofil seperti tumbuhan, beberapa jenis bakteri dan ganggang hijau biru.

b.      Konsumen
Semua organisme yang termasuk konsumen tidak dapat mensintesis makanannya sendiri (heterotrof). Kelompok ini meliputi hewan dan manusia. Berdasarkan jenis makanannya, organisme yang berperan sebagai konsumen dibedakan menjadi 3 kelompok:
                                          1)            Karnivora
                                          2)            Herbivora
                                          3)            Omnivora
Konsumen dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan berikutr:
                   1)            Konsumen tingkat 1(konsumen primer) merupakan konsumen yang memakan tumbuhansecara langsung (herbivora). Misalnya zooplankton, ulat, belalang, sapi, dan lain-lain



                             2)            Konsumen tingkat kedua (konsumen skunder) merupakan konsumen yang memakan konsumen tingkat pertama, misalnya burung pemakan ulat dan katak pemakan belalang.



 
                                 3)            Konsumen tingkat ketiga (konsumen tersier) merupakan konsumen yang memakan konsumen tingkat kedua, misalnya ular pemakan katak.



                                        4)            Konsumen tingkat keempat (konsumen puncak), merupakan konsumen pemakan konsumen tingkat ketiga, misalnya rajawali pemakan ular.



c.       Dekomposer
Dekomposen atau pengurai merupakan organisme yang mampu merombak sisa produk organisme atau organisme yang mati atau bangkai menggunakan enzim pencernaan yang dimilikinya. Dekomposer menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan zat-zat organik sederhana yang akan digunakan kembali oleh produsen. Misalnya bakteri dan jamur.




d.      Detritivor
Detritivor merupakan organisme yang memakan serpihan serpihan organik (detritus). Detritus merupakan hancuran jaringan makhluk hidup baik hewan maupun tumbuhan. Misalnya siput, luing, cacing tanah dan kutu kayu.



 
            
Video Rantai Makanan

Sumber                : Teo Sukoco, dkk, Biologi Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam  SMA/MA Kelas X, Intan Pariwara, Klaten, 2016


Berlangganan Untuk Menerima Update Terbaru: