Rantai Makanan Dan Jaring-Jaring Makanan-Biologi Kelas X SMA-MA

Rantai makanan adalah jalur makan dan dimakan dari organisme pada suatu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya yang membentuk urutan dan arah tertentu. Ranai makanan menentukan jalur energi dan daur unsur-unsur kimia di alam karena pada makanan terkandung energi dan materi. Dalam rantai makanan organisme autotrof (sebagai mata rantai I) dimakan oleh herbivora yang merupakan konsumen tingkat pertama. Konsumen tingkat I kemudian akan dimakan oleh karnivora yang merupakan konsumen tingkat II. Selanjutnya, konsumen tingkat II dimakan oleh konsumen tingkat III. Demikian seterusnya sampai terakhir. Perhatikan gambar!

Organisme yang mati akan dirombak oleh organisme pengurai atau dekomposer menjadi senyawa sederhana yang akan kembali ke tanah atau dimanfaatkan kembali oleh tumbuhan. Dengan demikian, proses dekomposisi menjadi proses yang vital karena membuat siklus unsur hara dapat berlangsung terus menerus.

Ada dua jenis rantai makanan yaitu rantai makanan perumput dan rantai makanan detritus. Rantai makanan perumput yaitu rantai makanan yang dimulai dari produsen. Perhatikan gambar!


Rantai makanan detritus yaitu rantai makanan yang dimulai dari detritus. Perhatikan gambar!

Pada umumnya pada suatu ekosistem tidak hanya terdapat satu rantai makanan. Suatu jenis produsen atau detritus dapat dimakan oleh konsumen primer. Suatu konsumen primer juga dapat memakan berbagai jenis produsen dan detritus. Dengan demikian dalam suatu ekosistem, hubungan makan dan dimakan sangat kompleks, saling berkaitan dan bercabang sehingga membentuk jaring-jaring makanan. Perhatikan gambar!


Piramida Ekologi

Organisme yang terlibat dalam rantai makanan meliputi produsen, konsumen primer, konsumen sekunder dan konsumen tersier. Organisme-organisme tersebut menduduki tingkat trofi tertentu. Umtumnya tingkat trofi pada suatu habitat hanya terdiri atas empat sampai lima tingkatan. Produsen selalu menduduki tingkat trofi pertama, konsumen primer (herbivora) menempati tingkat trofi kedua, karnivora (konsumen skunder) menempati tingkat trofi ketiga dan seterusnya. Struktur trofi pada ekosistem dapat disajikan dalam bentuk piramida ekologi.
Perhatikan gambar!

Piramida ekologi yaitu suatu diagram piramida yang menggambarkan hubungan antara tingkat trofik satu dengan tingkat trofik yang lain secara kuantitatif pada suatu ekosistem. Piramida ekologi terdiri atas piramida jumlah, piramida biomassa dan piramida energi.

1.      Piramida jumlah
Penentuan tingkatan trofik pada piramida jumlah didasarkan pada penghitungan jumlah individu tiap satuan luas (per m2).  Organisme ditingkat trofik pertama  biasanya paling melimpah, sedangkan organisme pada tingkat trofik kedua, ketiga dan selanjutnya semakin berkurang. Dapat dikatakan bahwa pada kebanyakan komunitas normal, jumlah tumbuhan selalu lebih banyak daripada organisme herbivora. Demikian pula jumlah herbivora selalu lebih banyak daripada karnivora tingkat I. Karnivora tingkat I juga selalu lebih banyak daripada karnivora tingkat II. Jadi, piramida jumlah dibuat berdasarkan jumlah organisme di setiap tingkat trofik.

Penggunaan piramida jumlah sering mengalami kesulitan, diantaranya jika ingin membandingkan dua ekosistem yang berbeda dengan menghitung jumlah binatang dan tumbuhan yang mendukung ekosistem tersebut. Selain itu piramida jumlah menjadi kurang informatif jika menyamakan ganggang dengan pohon yang keduannya berperan sebagai produsen atau menyamakan gajah dengan udang-udangan yang keduannya berperan sebagai herbivora. Oleh karena itu, piramida jumlah kurang membantu dalam memperagakan aliran energi dalam ekosistem.

Gambar piramida jumlah.

2.      Piramida Biomassa.
Penentuan tiap tingkatan trofik pada piramida biomassa didasarkan pada pengkuran massa individu dalam gram berat kering per m2. Piramida biomassa merupakan penggam,baran yang lebih realistik dibandingkan dengan piramida jumlah. Biomassa adalah berat kering suatu organisme. Contoh piramida biomassa dapat dilihat dalam gambar berikut!

Gambar piramida biomassa.

Untuk mengukur biomassa pada tingkat trofik, terlebih dahulu dicari rata-rata berat organisme pada setiap tingkat trofik, lalu jumlah organisme pada setiap tingkat trofik diperkirakan. Untuk menghindari kerusakan habitat, biasanya hanya diambil sedikit sampel dan diukur, lalu total seluruh biomassa dihitung. Piramida biomassa umumnya berbentuk menyempit dari dasar ke puncak.

3.      Piramida Energi.

Seringkali piramida biomassa tidak selalu memberi informasi yang dibutuhkan untuk menggambarkan suatu ekosistem. Oleh karena itu, dibuat piramida energi berdasarkan observasi yang dilakukan dalam waktu yang lebih lama. Pada piramoida energi akan terlihat adanya penurunan energi yang tersedia untuk setiap tingkat trofik. Jumlah energi sebagai persediaan terbesar adalah produsen dan lebih kecil pada tingkat-tingkat trofik berikutnya. Piramida energi dapat digunakan untuk mengetahui hubungan antara organisme dari berbagai tingkat trofik dengan lebih teliti.  Hal ini disebabkan pada biomassa yang sama dari organisme yang berbeda belum tentu mempunyai kandungan energi yang sama. Perhatikan conoh piramida energi berikut:

Gambar piramida energi.

Jika tumbuhan hijau dimakan oleh organisme lain (konsumen primer) energi yang berasal dari tumbuhan hijau dimanfaatkan oleh organisme itu untuk pertumbuhannya dan sisanya terdegradasi dalam bentuk panas terbuang ke atmosfir. Dengan demikian, pada rantai makanan yang panjang, energi yang tersedia untuk tingkat trofik paling tinggi makin sedikit sehingga dapat di gambarkan dalam suatu piramida energi.

Piramida energi mampu memberikan gambaran paling akurat tentang aliran energi dalam ekosistem. Pada piramida energi terjadi penurunan sejumlah energi berturut-turut yang tersedia di tiap tingkat trofik. Berkurang energi yang terjadi di setiap trofik terjadi karena hal-hal sebagai berikut:
a.       Hanya sejumlah makanan tertentu yang ditangkap dan dimakan oleh tingkat trofik selanjutnya.
b.      Beberapa makanan yang dimakan tidak bisa dicerna dan dikeluarkan sebagai sampah.
c.       Hanya sebagian makananyang dicerna menjadi bagian dari tubuh organisme, sedangkan sisanya digunakan sebagai sumber energi.

Sumber : Teo Sukoco. dkk, Biologi Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam SMA/MA Kelas X, Intan Pariwara, Klaten, 2017

Berlangganan Untuk Menerima Update Terbaru: