Ciri, Cara Reproduksi, dan Bentuk Bakteri (Eubacteria)


Bakteri adalah organisme prokariotik uniseluler yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskip. Bakteri hidup disekitar kita dan juga didalam tubuh kita. Cabang ilmu biologi yang mempelajari bakteri disebut bakteriologi. Bakteri bersifat kosmopolit dan hingga kini telah diketahui lebih dari 5000 spesies bakteri yang terdapat dibumi.

Bakteri mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 
  1. Dinding sel bakteri tersusun atas mukopolisakarida dan peptidoglikan. Peptidoglikan terdiri atas polimer besar yang tersusun atas N-asetil glukosamin dan N-asetil muramat, yang saling berikatan silang dengan ikatan kovalen. 
  2. Sel bakteri dapat mensekresikan lendir ke permukaan dinding selnya. Lendir yang terakumulasi dipermukaan terluar dinding sel akan membentuk kapsul. Kapsul ini berfungsi untuk perlindungan. Bakteri berkapsul sering menimbulkan penyakit dibanding dengan bakteri yang tidak berkapsul. 
  3. Membran sitoplasma meliputi 8-10 % dari bobot kering sel dan tersusun atas fospolipid dan protein. Fungsi utama membran sitoplasma adalah sebagai alat tranpor elektron dan proton yang dilepaskan pada waktu oksidasi bahan makanan. Membran sitoplasma juga berfungsi mengatur pengangkutan senyawa yang memasuki dan meninggalkan sel. 
  4. Sitoplasma dikelilingi oleh membrfan sitoplasma dan tersusun atas 80% air, asam nukleat, protein, karbohidrat, lemak dan ion anorganik serta kromatopora.  Didalam sitoplasma terdapat ribosom-ribosom kecil, RNA dan DNA. 
  5. Pada kondisi yang tidak menguntungkan, bakteri dapat membentuk endospora yang berfungsi melindungi bakteri dari panas dan gangguan alam. 
  6. Bakteri ada yang bergerak dengan flagel dan ada yang tidak. Bakteri tanpa flagel bergerak dengan cara berguling. 
Perhatikan gambar!


Gambar struktur bakteri
Sumber gambar : https://satujam.com/struktur-bakteri/

Reproduksi Bakteri

Bakteri bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner. Pada lingkungan yang mendukung pertumbuhannya, bakteri dapat membelah diri tiap 20 menit.
Reproduksi seksual tidak dijumpai pada  bakteri, tetapi terjadi pemindahan materi genetik dari satu sel bakteri ke bakteri lain tanpa menghasilkan sigot. Peristiwa ini disebut paraseksual.


Ada tiga cara paraseksual yang telah diketahui, yaitu transformasi, konjugasi, dan transduksi. 
  1. Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetik (DNA) atau bahkan satu gen saja dari satu bakteri ke bakteri lain dengan proses fisiologi yang komplek. Proses ini pertama kali dikemukakan oleh Frederick Griffith pada tahun 1982. Bakteri yang melakukan transformasi antara lain : Streptococcus pneumoniae, Haemophilus, Bacillus, Neisseria, dan Pseudomonas. 
  2. Konjugasi adalah pemindahan secara langsung materi genetik (DNA) di antara dua sel bakteri melalui jembatan sitoplasma. Bakteri yang memberikan DNA-nya disebut bakteri donor. Bakteri donor memiliki tonjolan yang disebut pili seks, yang berguna untuk menempel pada bakteri resipien yang menerima DNA. Kemudian jembatan sitoplasma sementara akan terbentuk di antara dua sel bakteri. Lewat jembatan inilah DNA bakteri donor akan mengalir ke bakteri resipien. 
  3. Transduksi, adalah pemidahan materi genetik dengan perantara bakteriofage. Cara ini dikemukakan oleh Norton Zinder dan Joshua Lederberg pada tahun 1952

Perhatikan gambar!
 
Gambar pembelahan biner bakteri
Sumber gambar: http://artikel-ipa.blogspot.com/2013/11/perkembangbiakan-bakteri.html
Gambar konjugasi bakteri

Sumber gambar: https://www.slideserve.com/iden/bakteri-monera

Bentuk bakteri. 

Bentuk bakteri sangat bervariasi,  tetapi secara umum ada tiga tipe, yaitu: 
1.      Bentuk batang/silinder (basil) 
2.      Bentuk bulat (kokus) 
3.      Bentuk spiral (spirilium)

Variasi bentuk bakteri atau koloni bakteri dipengaruhi oleh arah pembelahan, umur, dan syarat pertumbuhan lainnya, misalnya makanan, temperatur, dan keadaan yang tidak menguntungkan bagi bakteri.

Perhatikan gambar!



Bentuk-bentuk bakteri
Sumber gambar: http://kumpulan-perbedaan.blogspot.com/2013/05/macam-macam-bentuk-bakteri.html 

1.      Bentuk bakteri batang (basil)

Bakteri ini dibedakan sebagai berikut: 
a.      Basil tunggal, berupa batang tunggal.
      Contoh : Eschericia colli dan Salmonella typhi 
b.      Diplobasil, berbentuk basil bergandengan dua-dua.
       Contoh : Renibacterium salmoninarum 
c.       Streptobasil, berupa batang bergandengan seperti rantai.
       Contoh : Streptobacillus moniliformis dan Azotobacter sp. 

2.      Bentuk bulat (kokus)

Bentuk ini dibedakan sebagai berikut: 
a.      Monokokus, berbentuk bulat satu-satu.
      Contoh : Monococcus gonorrhoeae 
b.      Diplikokus, bentuknya bulat bergandengan dua-dua
      Contoh : Diplococcus pneumoniae 
c.      Streptokokus, bentuknya bulat bergandengan seperti rantai, sebagai hasil pembelahan sel ke sat   
      atau dua arah dalam satu garis.
      Contoh : Streptococcus salivarius, Streptococcus lactis, dan Streptococcus pneumoniae. 
d.   Tetrakokus, berbentuk bulat terdiri atas empat sel yang tersusun dalam bentuk bujur sangkar                sebagai hasil pembelahan sel kedua arah 
e.     Sarkina, bentuknya bulat, terdiri atas 8 sel yang tersusun dalam bentuk kubus sebagai hasil 
     pembelahan sel ke tiga arah.
     Contohnya : Sarcina sp. 
f.    Stafilokokus, berbentuk bulat, tersusun seperti kelompok buah anggur sebagai hasil pembelahan 
     sel ke segala arah.
    Contoh : Staphylococcu aureus 

3.      Bentuk spiral (spirilium)

Bentuk bakteri ini dibedakan menjadi: 
a.      Koma (vibrio), berbentuk lengkung kurang dari setengah lingkaran
       Contoh : Vibrio comma, penyebab penyait kolera 
b.      Spiral, berupa lengkung lebih dari setengah lingkaran
      Contoh : Spirillium minor yang menyebabkan demam dengan perantara gigitan tikus atau hewan 
      pengerat lainnya. 
c.      Spiroseta, berupa spiral yang halus dan lentur
      Contoh : Treponema pallidum, penyebab penyakit sipilis.

Referensi : Pratiwi D.A, dkk, Biologi Untuk SMA/MA Kelas X, Erlangga, Jakarta, 2017

Berlangganan Untuk Menerima Update Terbaru:

Disqus Comments