Yuk Menjelajah Bioma Perairan_Ekosistem Danau




Apa itu bioma? Bioma adalah pengelompokan flora dan fauna dengan cara ekologis yang terbesar pada wilayah tersebut dengan karakteristik yang berbeda-beda atau bisa juga di sebut dengan sebuah ekosistem di beberapa bagian yang ada di bumi.

Bioma perairan meliputi:
1.    Danau
2.    Lahan basah
3.    Anak sungai dan sungai
4.    Estuari (muara)
5.    Zona intertidal
6.    Zona pelagik samudra
7.    Terumbu karang
8.    Zona bentik laut

Pada kesempatan ini akan saya postingkan salah satu bioma perairan yaitu danau dengan karakteristiknya.

1.    Lingkungan fisik
Badan air diam berkisar dari kolam yang berukuran beberapa meter persegi sampai danau yang melingkupi ribuan kilometer persegi. Semakin dalam danau, semakin sedikit cahaya, sehingga terbentuk statifikasi. Lihat peraga dibawah ini!
Lingkungan danau umumnya diklasifikasikan berdasarkan tiga kriteria fisik: penetrasi sinar (zona fotik dan afotik), jarak dari pesisir dan kedalaman air (zona litoral dan limnetik), serta apakah perairan itu terbuka (zona pelagik) atau didasar (zona bentik)

Danau bersuhu sedang mungkin memiliki termoklin musiman, lihat peraga dibawah ini!
Pergantian musiman di danau dengan tutupan es musim dingin. Karena pergantian musiman yang ditunjukkan disini, perairan danau teroksigenasi dengan baik pada semua kedalaman di musim semi dan musim gugur, dimusim dingin dan musim panas, sewaktu danau terstratifikasi oleh suhu, konsentrasi oksigen lebih rendah di perairan yang dalam dan lebih tinggi di dekat permukaan danau.

Danau dataran rendah tropis memiliki termoklin sepanjang tahun.


2.    Lingkungan kimiawi.
Kadar garam, kadar oksigen, dan kandungan nutrien sangat berbeda dari satu danau ke danau lain, serta dapat bervariasi seturut musiman. Danau oligotrofik, miskin nutrien dan umumnya kaya oksigen, danau eutrofik, kaya nutrien dan seringkali kehabisan oksigen di zona terdalam saat musim panas dan jika tertutupi es di musim dingin. Tidak banyak materi organik yang bisa didekomposisi di sedimen dasar  danau oligotrofik, namun terdapat dalam jumlah yang banyak di danau eutrofik, laju tinggi dekomposisi dilapisan-lapisan dalam danau eutrofik menyebabkan deplesi oksigen (pengurangan kadar oksigen terlarut) secara periodik.
 
Danau oligotrofik(kiri) dan danau eutrofik (kanan),


3.    Ciri geologi
Danau oligotrofik mungkin lama kelamaan menjadi lebih eutrofik sebab gelontoran menambah sedimen dan nutrien ke dalam danau. Danau oligotrofik cenderung memiliki luas permukaan yang lebih kecil relatif terhadap kedalaman daripada danau eutrofik.

4.    Organisme fotosintetik.
Tumbuhan air yang berakar dan mengambang hidup di zona litoral, perairan dangkal yang memperoleh banyak cahaya dekat pesisir. Lebih jauh dari pesisir, dimana air terlalu dalam untuk menyokong kehidupan tumbuhn air berakar, zona limnetik dihuni oleh berbagai macam fitoplankton dan sianobakter.


5.    Heterotrof
Dizona limnetik, heterotrop kecil yang terbawa arus, atau zooplankton, memakan fitoplankton.  Zona bentik dihuni oleh berbagai macam invertebrata dengan komposisi spesies yang bergantung sebagian pada tingkat oksigen. Ikan hidup disemua zona dengan cukup oksigen.

6.    Dampak manusia.
Gelontoran dari lahan yang dipupuk dan pembuangan limbah menyebabkan pengayaan nutrien, yang dapat menyebabkan ledakan alga, deplesi oksigen, dan kematian ikan.



Bersambung:
·       Lahan basah
·       Anak sungai dan sungai
·       Estuari (muara)
·       Zona intertidal
·       Zona pelagik samudra
·       Terumbu karang


Referensi : Campbell-Reece, dkk, Biologi edisi kedelapan Jilid 3, Erlangga, Jakarta

Berlangganan Untuk Menerima Update Terbaru: