Yuk Menjelajah Bioma Perairan_Ekosistem Lahan Basah


Lahan basah di Indiana, Amerika Serikat_ https://id.wikipedia.org
1.    Lingkungan fisik lahan basah (wetland)
Adalah habitat yang terendam air setidaknya selama beberapa waktu dalam setahun dan yang menyokong kehidupan tumbuhan yang teradaptasi terhadap tanah yang jenuh air.

2.    Lingkungan kimiawi
Oleh karena produksi organik yang tinggi oleh tumbuhan dan dekomposisi oleh mikroba serta organisme lain, air dan tanah secara berkala hanya sedikit mengandung oksigen terlarut.


3.    Ciri geologi
-          Lahan basah cekungan, atau cekungan dangkal, mulai dari pelekukan di dataran tinggi sampai danau dan kolam yang terisi air hujan.
-          Lahan basah tepi sungai dan anak sungai yang dangkal dan banjir secara berkala.
-          Lahan basah tepian, terjadi disepanjang pesisir danau besar dan lautan, tempat air mengalir maju mundur akibat kenaikan muka danau atau kerja pasang.

4.    Organisme fotosintetik
Lahan basah adalah salah satu bioma terproduktif di bumi. Tanah yang jenuh air mendukung pertumbuhan tumbuhan seperti Pond lily, yang mengapung dan buluh yang muncul dari air. Ada pula banyak jenis Sedge, tamarack, dan Black spruce, yang memiliki adaptasi yang  memungkinkan pertumbuhan di air  atau tanah yang secara berkala an aeorobik akibat keberadaan air tidak teraerasi. Tumbuhan berkayu mendominasi vegetasi rawa-rawa, sementara lumut sfagnum mendominasi lahan gambut.

5.    Heterotrof.
Lahan basah merupakan rumah bagi komunitas invertebrata yang beranekaragam, yang menyokong pertumbuhan berbagai macam burung. Herbivor mulai dari krustacea dan larva serangga air hingga tikus kesturi, mengonsumsi alga, detritus, dan tumbuhan. Karnivora juga bervariasi, dan bisa mencakup capung, lingsang, buaya dan burung hantu.

6.    Dampak manusia
Pengeringan dan penimbunan tanah menghancurkan sungai 90% lahan basah, padahal lahan semacam itu membantu memurnikan air dan mengurangi banjir tinggi.

Bersambung:
·       Anak sungai dan sungai
·       Estuari (muara)
·       Zona intertidal
·       Zona pelagik samudra
·       Terumbu karang


Referensi : Campbell-Reece, dkk, Biologi edisi kedelapan Jilid 3, Erlangga, Jakarta



Berlangganan Untuk Menerima Update Terbaru: