Dampak Mutasi Bagi Kehidupan

Mutasi dapat menimbulkan dampak negatif maupun positif bagi kehidupan.

1.     Dampak mutasi yang besifat merugikan

Kelainan atau penyakit pada manusia dapat disebabkan akibat mutasi. Manusia diharapkan dapat menghindari diri dari unsur-unsur mtagen (penyebab mutasi). Meskipun demikian mutasi dapat terjadi pada gen aau kromosom manusia.

a.     Kelainan pada manusia akibat mutasi gen

Salah satu penyakit yang diakibatkan oleh mutasi gen adalah anemia sel sabit (Sickle-cell anemia). Penyakit ini ditandai dengan sel darah merah berbentuk sabit dan bersifat menurun. Hal ini disebabkan akibat adanya hemoglobin yan abnormal.

 

Hemoglobin pada penderita sickle-cell anemia mengalami kelainan gen yaitu terjadi pergantian satu basa nitrogen sehingga menghasilkan asam amino jenis lain yang mengakibatkan susunan rantai polipeptida abnormal.  Molekul DNA mengalami mutasi berupa penggantian basa timin (T) menjadi adenin (A) pada rantai polinukleotida dan menghasilkan triplet GUA yang mengkode asam amino Valin.

Sumber gambar : https://nakita.grid.id/read/02887779/mengenal-penyakit-anemia-sel-sabit-kelainan-pada-sel-darah-merah?page=all

 

b.     Kelainan pada manusia akibat mutasi kromosom[1]

Berikut ini adalah beberapa mutasi pada manusia yang terjadi secara alami.

1)     Sindrom Turner, ditemukan oleh H. Turner Tahun 1938

Ciri-ciri :

a)     Kariotipe 45 X0 (44 autosom + satu kromosom seks X), diderita oleh wanita

b)     Tinggi badan cenderung pendek

c)     Alat kelamin terlambat pertumbuhannya (infertil)

d)     Disisi leher tumbuh embelan daging

e)     Bentuk kaki X

f)      Kedua putting susu

g)     Mengalami keterbelakangan mental

Untuk membaca lebih lanjut baca pada tautan ini

https://www.mycunk.com/2019/10/mutasi-kromosom-apakah-sindrom-turner.html

 

2)     Sindrom Klinnefelter, ditemukan oleh Klinnefelter Tahun 1942

Ciri-ciri:

a)     Kariotipe XXY (kelebihan kromosom seks X), diderita oleh Pria

b)     Bulu badan tidak tumbuh

c)     Testis mengecil, mandul

d)     Buad dada membesar

e)     Tinggi badan berlebihan

f)      Mengalami keterbelakangan mental

 

Untuk membaca lebih lanjut baca pada tautan ini https://www.mycunk.com/2019/10/apakah-payudara-putra-anda-tumbuh.html

 

3)     Sindroma Jacob, ditemukan oleh P.A. Jacobs tahun 1965.

Ciri-ciri :

a)     Kariotipe 47, XYY (kelebihan sebuah kromosom Y), diderita oleh pria.

b)     Berperawakan tinggi

c)     Bersifat antisosial, agresif

d)     Suka melawan hukum

  

4)     Sindrom Down, ditemukan oleh J. Langdon Down, Tahun 1866.

Ciri-ciri:

a)     Mongolisme, bertelapak tebal seperti telapak kera

b)     Mata sipit miring ke samping

c)     Bibir tebal, lidah menjulur, liur selalu menetes.

d)     Gigi kecil-kecil dan jarang

e)     IQ rendah (+- 40)

 

Untuk membaca lebih lanjut baca pada tautan ini

https://www.mycunk.com/2018/11/apa-itu-idiot-materi-biologi-kelas-xii.html

 

5)     Sindrom triple X (XXX), ditemukan oleh Patricia A. Jacobs tahun 1959 di Scotlandia. Mutasi ini tidak diturunkan kepada keturunan penderita. Gejala atau karakteristik penderita sindrom XXX bervariasi pada tiap individu dan umumnya sulit untuk dilihat.

Ciri-ciri

a)     Berperawakan tinggi

b)     Memiliki kelainan ovarium

c)     Kepala kecil

d)     Memiliki lipatan disudut mata bagian dalam

e)     Kesulitan berbicara

f)      Disleksia (sulit baca, tulis dan berbicara dengan benar)

 

6)     Sindroma Edward (Trisomi 18)[2]

Ciri-ciri:

a)     Kariotipe 45 A + 18 + XX atau 45 A + 18 + XY.

b)     Sindrom ini terjadi akibat gagal berpisah pada autosom nomor 18 ketika pembentukan sel telur sehingga formula kromosomnya 2n + 1

c)     Tulang tengkorak lonjong dan rahang bawah rendah

d)     Dada pendek dan lebar

e)     Kedudukan telinga rendah dan tidak wajar

f)      Mulut kecil

g)     Mengalami keterbelakangan mental.

 

c.     Kelainan pada Tumbuhan akibat Mutasi

Pada umumnya mutasi pada tumbuhan terjadi akibat campur tangan manusia. Salah satu contoh mutasi tersebut terjadi pada pembentukan buah tanpa biji. Adanya buah tanpa biji bersifat menguntungkan bagi manusia, tetapi bersifat merugikan bagi tanaman itu sendiri. Tanamnan yang menghasilkan buah tanpa biji menyebabkan tanaman tersebut kehilangan alat perkembangbiakan generatifnya yaitu biji.

 

 

 



[1] D.A. Pratiwi dkk, Biologi SMA/MA kelas XII, Erlangga

[2] Wigati Hadi Omegawati, dkk, Biologi Untuk SMA/MA, Intan Pariwara

 

Berlangganan Untuk Menerima Update Terbaru:

Disqus Comments